Seiring dengan perkembangan atau evolusi teknologi telekomunikasi seluler, layanan telekomunikasi seluler mengalami perubahan dari yang semula berbentuk suara atau teks menjadi lebih hidup yaitu dengan menampilkan gambar atau video. Layanan pesan (messaging) juga secara bertahap mengalami perubahan keniampuan dari yang semula berupa teks menjadi pesan yang mampu menampilkan icon atau logo, kemudian pesan berisi gambar atau foto dan selanjutnya pesan berisi video atau film.
Perkembangan layanan pesan pada sistem telekomunikasi seluler dimulai semenjak munculnya Short Message Service (SMS), Enhanced Message Service (EMS) dan kemudian Multimedia Messaging Service (MMS).

1. SMS
Layanan SMS disediakan melalui sebuah Short Message Service Center (SMSC) yang berfungsi melakukan mekanisme penyimpanan dan pengiriman (store and forward) pesan singkat. Pesan-pesan SMS dikirimkan melalui kanal sinyal (signalling channel) pada jaringan telepon seluler. Kanal sinyal ini merupakan media saluran (bearer) yang seialu siap (always-on) untuk paket data yang dikirimkan melalui berbagai ftingsi jaringan. Hal ini telah memberikan keuntungan besar yaitu pesan SMS bisa dikirimkan atau diterima pada saat sedang melakukan percakapan telepon. SMSC menggunakan Home Location Register (HLR) yang dimiliki oleh operator jaringan untuk mengetahui alamat pengguna pada jaringan, dan pada saat pesan SMS telah terkirim, rincian tagihan dikirimkan ke sistem penagihan (billing system). Pengiriman atau penggantian nada dering (ringtone), logo operator dan gambar-gambar lainnya yang akan ditampilkan pada telepon seluler. Layanan informasi.
SMS dapat digunakan untuk mengirimkan berbagai informasi kepada pengguna telepon seluler misalnya harga saham, basil

2. EMS
Enhanced Messaging Service (EMS) memiliki kernampuan mengirimkan pesan yang terdiri dari beberapa konten seperti melodi, gambar, suara, animasi, teks sederhana dan teks berformat dalam satu kesatuan pesan untuk kemudian ditampilkan pada handset dengan fasilitas EMS. EMS merupakan pengembangan dari SMS dan hampir sama dengan SMS dalam hal penggunaan mekanisme store and forward. SMSC dan kanal sinyal.
EMS dikembangkan dengan menggunakan infrastruktur SMS yang sudah ada. Dalam banyak hal EMS juga memiliki kemiripan dengan Nokia Smart Messaging. Pengembangan EMS diJakukan melalui kerjasama berbagai vendor (Ericsson, Motorola, Siemens dan Alcatel) untuk memberikan kernampuan memasukan konten multimedia sederhana ke dalam pesan SMS.

3. MMS
Multimedia Messaging Service (MMS) sesuai dengan namanya mengacu pada kemampuan untuk mengirimkan dan menerima pesan-pesan yang berisi berbagai media (kombinasi teks, bunyi, gambar dan video). MMS menggunakan mekanisme store and forward dan bersifat non-ral time untuk pengiriman konten multimedia kepada handset melalui berbagai jenis jaringan (misalnya GSM, GPRS dan UMTS). MMS mendukung semua jenis media dan dapat dikirimkan antar handset, antar server (baik di dalam maupun di luar jaringan) dan antar pelanggan yang berbeda jaringan atau operator.
Standarisasi MMS dilakukan oleh 3GPP (3GPP TS 22.140 dan 3GPP TS 23.140) mengenai arsitektur, aspek layanan MMS dan aspek fungsionalnya. WAP Forum memberikan standarisasi mengenai protocol dan mekanisme presentasi pesan MMS. Standarisasi oleh 3GPP akan menjadikan MMS independen terhadap saluran (bearer) yang digunakan yaitu bisa menggunakan teknologi 2G maupun 3G.
Pengembangan MMS mengadopsi karakteristik terbaik yang dimiliki SMS dan email. Penggabungan kedua karakteristik tersebut mampu memberikan optimalitas layanan pesan email melalui aspek mobilitas yang dimiliki SMS. Penggabungan ini juga memberikan kemudahan untuk berintegrasi dengan sistem dan aplikasi yang telah ada, misalnya penggunaan nomor telepon dan alamat email untuk menerima dan mengirim pesan MMS. Sebagaimana halnya SMS yang memerlukan service center SMSC, MMS juga memerlukan MMSC untuk mengatur aliran pesan multimedia, mengirim dan meneruskan pesan.