Para operator berlomba-lomba mengeluarkan teknologi 3G, mulai yang telah mendapatkan tender untuk frekuensinya sampai yang masih soft loncing dalam menggelar layanan 3G, tapi sungguh ironis sekali bahwa layanan 3G dari para operator ini hanya digunakan hampir 90 % untuk akses data alias koneksi internet, orang berlomba-lomba untuk menggunkan akses layanan cepat 3G ini untuk mengakses data dalam dunia koneksi, dilihat-lihat belom ada content yang bisa memanfaatkan benar layanan 3G.

Apakah layanan 3G bahkan sekarang sudah menggelar dengan teknologi 3.5 G yang mengklaim bisa lebih cepat dari 3G tujuh kali lipat akan terus berkembang? mungkin saja bisa, tetapi tidak bisa dibayangkan apabila ada teknologi akses data seperti wimax berhasil digelar dengan harga yang cukup murah , akan kemanakah para layanan 3G dan 3.5 G dari para operator, mungkinkah layan 3G akan berlaih dari layanan akses data menjadi layanan-layanan berupa content, kalau kita ambil contoh layanan 3G lain dengan fasilitas video call apakah akan menggantikan voice call? seberapa kuatkah kita menggunkan video call? entahlah , karena dari tingkat kenyamanan tetep saja voice call lebih nyaman daripada menggunakan layanan video call, berkaca dari contoh ini dibutuhkan inovasi-inovasi yang tinggi dari content 3G dalam penggunaan layanan 3G atau 3.5 G ini supaya tidak hanya digunakan untuk akses data saja.